Rabu, 23 November 2016

UBUNTU

Ubuntu merupakan salah satu distro Linux yang menurut saya sangat pas untuk pemula yang biasanya menggunakan windows dan ingin beralih ke Linux. Ubuntu memiliki dua versi yaitu versi Desktop dan Server. Nah, yang ingin kita install kali ini adalah yang versi dekstopnya. Karena yang Server itu diperuntukan untuk keperluan server.

Nah, di artikel ini saya akan menunjukan langkah-langkah mudahnya cara menginstall Linux ubuntu desktop 14.04 LTS.  Pastikan kamu sudah memiliki ISO untuk ubuntunya, jika belum bisa download pada website resminya. Kemudian buat installernya, bisa menggunakan flashdisk ataupun DVD.

Step by step Install Ubuntu Desktop 14.04 LTS

Masukan media instalasi ubuntu yang sudah dibuat. Kemudian atur booting awalnya agar mengarah ke media instalasinya. Kemudian mulai boot, tunggu saja loading yang ada sampai muncul pilihan seperti dibawah ini.

Try Ubuntu: Berarti mencoba mengoperasikan ubuntu tanpa harus menginstalnya ke hardisk.
Install Ubuntu: Berarti kita siap menginstal ubuntu ke hardisk.
Karena kita ingin menginstalnya, maka kita pilih saja Install Ubuntu. Bahasa biarkan saja English, atau Anda bisa sesuai keinginan Anda.


Pada bagian ini langsung saja pilih Continue.


Kemudian pada bagian Installation Type pilih saja Something else, agar kita bisa mengatur partisinya secara manual nanti.


Kemudian akan masuk ke bagian partisi. Disini akan terlihat seperti pada gambar jika hardisk yang digunakan baru, belum terdapat partisi apapun sebelumnya. Klik New Partition Table… untuk mulai membuat partisi baru.


Klik Continue saja.


Maka akan terlihat berapa besar kapasitas harddisk yang Anda miliki. Pada gambar terlihat punya saya sebesar 8GB. Nantinya kapasitas sebesar ini akan saya bagi menjadi dua partisi saja, yaitu

Partisi Root: Partisi ini merupakan tempat dimana Ubuntu akan terinstal.
Partisi Swap: Partisi ini dibutuhkan untuk swap
file dan akan digunakan jika Ubuntu membutuhkan tambahan memor.
Partisi Home: Partisi ini bersifat opsional, kamu bisa
menambahkannya atau menjadikannya satu dengan Root. Home adalah lokasi
tempat file pribadi kamu tersimpan (music, pictures, documents, dsb).
Oke, jika sudah paham kita lanjutkan. Pilih bagian yang free space, kemudian klik add atau tanda “+” seperti pada gambar.


Untuk partisi root saya meberi kapasitas sebesar 7 GB, Anda bisa sesuaikan dengan kapasitas hardisk dan kebutuhan Anda. Tipenya Primary, Location Beginning, Use as Ext4, mount point / atau “root”. Jika sudah klik Oke.

Kemudian akan ada sisanya 1 GB, yang ini akan saya jadikan swap. Pilih bagian free space, kemudian klik add.

Size 1GB, Type Logical, Location Beginning, Use as Swap Area. Klik oke jika sudah.

Setelah semua selesai dan sudah terbagi sesuai keinginan, klik Install Now.

Pada bagian ini, kita disuruh menentukan dimana lokasi kita. Saya pilih Jakarta, kemudian klik Continue.


Pada bagian keyboard layout, biarkan default, kemudian klik Continue.

Isi bagian ini sesuai keinginan Anda, kemudian Continue.



Tunggu proses Instalasi yang sedang berlangsung, jika sudah selesai akan restart.



Masukan login dan password


Jika sudah, Anda akan langsung dibawa menuju desktop ubuntu. Dan instalasi pun sudah selesai.


LEBIH LENGKAPNYA LIHAT VIDEO INI


KULINER

Nasi Lodho Tulungagung ini mirip dengan kare ayam, perbedaanya ayamnya dipanggang/diasap dulu dan disajikan bersama nasi/tiwul (tiwul adalah nasi yang terbuat dari gaplek/singkong) juga di kasih pelengkap gudhangan (kudapan) sayur-sayuran, namun dalam perkembangannya lebih banyak yang disajikan (warung kaki lima) serupa dengan kare ayam. Lodho Tulungagung dibedakan dalam 2 genre,yaitu Lodho kuah kental dan encer, kekentalannya berasal dari konsentrasi santan, biasanya rasanya pedas,ayamnya ayam kampung

Minggu, 20 November 2016

Manten Kucing





Ritual “Temanten Kucing” yang digelar warga Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tak bisa dilepaskan dari tradisi nenek moyang mereka. Tradisi itu merupakan bagian dari upaya warga untuk memohon turunnya hujan manakala terjadi musim kemarau panjang. Sayangnya, perhelatan ritual “Temanten Kucing” kini tak sesakral ritual serupa yang dilangsungkan pada tahun-tahun sebelumnya. Perhelatan ritual “Temanten Kucing” saat ini cenderung semakin instan. Banyak tradisi-tradisi unik yang merupakan bagian dari prosesi “Temanten Kucing” yang kini justru dihilangkan. Tiga tahun lalu, suasana sakral masih mewarnai prosesi “Temanten Kucing”. Saat itu, prosesi ritual ini masih menampilkan sejumlah keunikan. Misalnya, ketika pasangan manten kucing dipertemukan menjadi pengantin di pelaminan, beberapa wanita tua ikut tampil melantunkan tembang dolanan khas Jawa. “Uyek-uyek ranti, ono bebek pinggir kali, nuthuli pari sak uli, Tithit thuiiit… kembang opo? Kembang-kembang menur, ditandur neng pinggir sumur, yen awan manjing sak dulur, yen bengi dadi sak kasur,” Begitu syair tembang dolanan berbahasa Jawa yang tiga tahun lalu masih dilantunkan wanita-wanita tua dalam ritual “Temanten Kucing”.Tembang dolanan itu dilantunkan seraya memegangi dua tangan pasangan pengantin kucing. Usai melantunkan tembang dolanan, mereka melempar-lemparkan buah pisang ke arah ribuan warga. Karuan saja, warga yang berjubel menyaksikan jalannya ritual “Temanten Kucing’ saling berebut buah pisang yang diyakini bisa memberikan berkah. Namun, dalam prosesi “Temanten Kucing” yang dihelat Minggu pukul 10.30 WIB, keunikan-keunikan semacam ini sudah tidak tampak lagi. Prosesi mempertemukan pasangan “Temanten Kucing” cukup dihelat dengan pembacaan doa yang diikuti sejumlah sesepuh desa. Begitu doa-doa selesai, maka tuntas sudah perhelatan pengantin kucing. Sehingga timbul kesan, ritual “Temanten Kucing” cenderung simple dan instan. Ambengan (sesajian) yang disuguhkan di pelaminan kucing lanang (kucing jantan) dan kucing wadon (kucing betina) juga tak sesemarak ritual serupa sebelumnya. Biasanya, warga menyediakan ambengan lengkap dalam jumlah banyak. Namun, kali ini terlihat hanya ada sebuah ambengan yang ditaruh di dekat kursi pelaminan pengantin kucing. Toh demikian, ritual “Temanten Kucing” tetap saja berlangsung marak. Maklum, ritual ini memang diyakini warga setempat sebagai wahana untuk memohon turunnya hujan. ‘’Awalnya, tradisi “temanten Kucing” memang menjadi sarana nenek moyang untuk memohon turunnya hujan,” kata Kepala Desa Pelem, Nugroho Agus, SE yang juga tokoh sentral penyelenggara ritual ini. Agus menceritakan, upacara ritual “Temanten Kucing” dirintis ratusan tahun silam. Awalnya, daerah Pelem dilanda kemarau panjang yang membuat warga kebingungan mendapatkan air. Eyang Sangkrah, tokoh yang membabat Desa Pelem, suatu ketika mandi di telaga Coban. Dia mengajak serta seekor kucing condro mowo piaraannya. Sepulang Eyang Sangkrah memandikan kucing di telaga, tak lama berselang, di kawasan Desa Pelem turun hujan deras. Karuan saja, warga yang sudah lama menunggu-nunggu turunnya hujan tak bisa menyembunyikan rasa riangnya.


Jumat, 18 November 2016

HUKO



Hutan Kota Tulngagung (HUKO PARK) terletak di Jl. Sultan Agung Tulungagung tepatnya di eks pasar buah ketanon Tulungagung. Kawasan wisata kurang lebih seluas 3 Ha ini memang selalu ramai di kunjungi warga masyarakat Tulungagung terlebih di waktu sore hari dan saat hari libur, selain terdapat kurang lebih 53 jenis pohon juga terdapat wahana bermain bagi anak-anak. 

"JANGAN LUPA JAGA KEBERSIHAN!!"

T.A


Alun - alun Tulungagung terletak di jantung kota Kabupaten Tulungagung yaitu di Jl. R. A. Kartini. Luas kawasan alun – alun kurang lebih sekitar 1 km persegi, desain taman alun - alun berbentuk radial,karena ditengah aln - alun terdapat ciri khas yaiu menara dengan patung lambang negara Indonesia burung Garuda. Kawasan alun – alun dulunnya adalah sumber air di Tulungagung. Berapa puluh tahun yang lalu Tulungagung juga terkena musibah banjir banding. Tetapi dengan dibangunnya Terowongan Niama yang berada di Kecamatan Besuki, akhirnya sampai sekarang Tulungagung menjadi daratan seperti sekarang ini. Terowongan Niama dibangun pada masa penjajahan Jepang dengan menjebol gunung yang ada di daerah tersebut. Dan akhirnya, banjir yang sekian lama melanda Tulungagung dapat teratasi.

Alun-alun Kabupaten Tulungagung, atau yang dikenal dengan sebutan “Taman Aloon-aloon merupakan icon dari Kabupaten Tulungagung. Taman alun-alun Tulungagung ini dulunya bernama “Taman Kusuma Wicitra”, namun sekarang taman ini berubah nama menjadi “Taman Aloon-Aloon”, pergantian ini disahkan oleh bupati baru Kabupaten Tulungagung yaitu Syahri Mulyo.SE, M.Si. Alasan pergantian nama ini adalah bupati Syahri Mulyo ingin mengembalikan fungsi asalnya yaitu sebagai alun-alun,“Kami rubah namanya ke fungsi asalnya. Namanya Alun-alun ya Alun-alun. Namanya menjadi Taman Alun-Alun, karena Alun-alun ada tamannya,” ujar Bupati Syahri.

straight

Awal mula muncul nya Jalur Lintas Selatan atau yang biasa dibicarakan dengan nama JLS dipenuhi dengan orang dagang dan anak muda,remaja,tua yang pagi hingga sore berdatangan,padahal seperti gambar diatas dapatkita lihat bahwa masih belum jadi sepenuhnya.Tapi lambat laun berubah, yaitu berubah menjadi "sepi".

MIE




Ayo yang kepo monggo dicoba!!!

Mie Terbang Ala Tulungagungan

Agar mie bisa terbang melayang hanya dibutuhkan tiga buah sumpit, dan timun. Sepasang sumpit dan sebuah sumpit diposisikan menjadi huruf T. Sepasang sumpit diposisikan di atas untuk sebagai ilusi mata kalau sumpitnya terbang. Sementara sumpit yang satu lagi menopang secara vertical sepasang sumpit tersebut. Agar kokoh, ujung sumpit vertikal yang berjumpa dengan sepasang sumpit bisa diikat dengan karet gelang atau bisa juga disambung dengan menggunakan lem. Agar kokoh, ujung sumpit satu lagi dibenamkan ke dalam potongan timun. Sebelumnya, timun harus dipotong dua memanjang terlebih dahulu. Agar permukaan bawahnya rata dan bisa menopang sumpit vertikal dan sepasang sumpit horizontal yang melayang.
Langkah selanjutnya adalah menutupi timun yang jadi fondasi sumpit melayang dengan mie. Yang paling penting adalah langkah selanjutnya yakni menutupi sumpit vertikal dengan mie yang telah digoreng. Kemudian, tutupi sepasang sumpit horizontal dengan mie. Bagian pertemuan antara sumpit vertikal dan horizontal harus ditutupi agar tidak kelihatan dan mie kelihatan terbang melayang tersangkut di sepasang sumpit.

Minggu, 13 November 2016

REFRESHO



Dengan menghadirkan beberapa menu baru, Refresho telah hadir di Kota Tulungagung yang menjadi khas dengan banyaknya warung kopi ini.  Refresho Kepatihan, tepat di timur Kota Tulungagung.  Bagi Anda yang berada di kota Tulungagung, sekarang tidak perlu jauh-jauh untuk selatan kota ke refresho Boyolangu. 


(IKLAN EUY!!!!!!!!!!!!!!!)

TAMAN BUNGA


Taman bunga tersebut terletak di Kecamatan Sendang. Bunga-bunga nya sangat terawat dan indah.

Karena petani di sini juga merawat bunga dengan agar tidak terserang hama. Biasanya mereka membersihkan daun-daun yang sudah tua secara rutin. Selain itu, dalam satu batang bunga, petani akan memotong cabang bunga dan hanya membiarkan kurang dari tiga bunga. Hal ini bertujuan agar bunga yang tubuh lebih maksimal dan mekar dengan ukuran yang lebih besar.

RIVER

Sebelumnya banyak yang tidak tahu tentang tempat ini. Tempat yang ada di Niama, Letaknya sangat terpencil, tapi anak muda pun akhir nya mengetahui. Banyak yang menamai tempat ini dengan nama "sungai niama".
waks... Sungai Niama??????? :-D

VANILLA CAFE

Vanila cafe
Tempat makan atau tempat nongkrong anak muda maupun dewasa yg sekarang ini lagi banyak dibicarakan.
Pengunjung banyak yg tertarik dengan tempat nya.
Rasa makanan sudah jelas enak.
Harga lumayan sih. Selain itu yg di sukai banyak orang adalah suasana (tempatnya) yg keren untuk berfoto ria.

waduk wonorejo






Bendungan atau waduk wonorejo adalah bendungan yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur.. Letak dari pusat kota diperkirakan sejauh 12 kilometer. Dengan kapasitas sekitar 122 juta meter kubik, Bendungan Wonorejo menjadi salah satu bendungan terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.












TELAGA


RUTE

Telaga Buret berada di desa Sawo, kecamatan Campurdarat, kabupaten Tulungagung.  Dari pusat kota (Aloon-Aloon Tulungagung) kita hanya perlu berkendara ke arah selatan. Terus ikuti jalan hingga sampai di pasar Campurdarat (bukan pasar Boyolangu ya). Di pertigaan pasar Campurdarat, ambil arah ke kiri lalu terus saja sampai masuk desa Sawo. Setelah itu akan ada pertigaan dan pilihlah belokkan ke kanan. Ikuti jalan hingga sampai di telaga Buret.