Alun - alun Tulungagung terletak di jantung kota Kabupaten Tulungagung yaitu di Jl. R. A. Kartini. Luas kawasan alun – alun kurang lebih sekitar 1 km persegi, desain taman alun - alun berbentuk radial,karena ditengah aln - alun terdapat ciri khas yaiu menara dengan patung lambang negara Indonesia burung Garuda. Kawasan alun – alun dulunnya adalah sumber air di Tulungagung. Berapa puluh tahun yang lalu Tulungagung juga terkena musibah banjir banding. Tetapi dengan dibangunnya Terowongan Niama yang berada di Kecamatan Besuki, akhirnya sampai sekarang Tulungagung menjadi daratan seperti sekarang ini. Terowongan Niama dibangun pada masa penjajahan Jepang dengan menjebol gunung yang ada di daerah tersebut. Dan akhirnya, banjir yang sekian lama melanda Tulungagung dapat teratasi.
Alun-alun Kabupaten Tulungagung, atau yang dikenal dengan sebutan “Taman Aloon-aloon merupakan icon dari Kabupaten Tulungagung. Taman alun-alun Tulungagung ini dulunya bernama “Taman Kusuma Wicitra”, namun sekarang taman ini berubah nama menjadi “Taman Aloon-Aloon”, pergantian ini disahkan oleh bupati baru Kabupaten Tulungagung yaitu Syahri Mulyo.SE, M.Si. Alasan pergantian nama ini adalah bupati Syahri Mulyo ingin mengembalikan fungsi asalnya yaitu sebagai alun-alun,“Kami rubah namanya ke fungsi asalnya. Namanya Alun-alun ya Alun-alun. Namanya menjadi Taman Alun-Alun, karena Alun-alun ada tamannya,” ujar Bupati Syahri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar